Seiring dengan terus berkembangnya zaman, dunia kerja dan karir juga terus menerus mengalami perkembangan dan perubahan. Salah satu hal yang paling menonjol yang membedakan dunia kerja pada masa dahulu dan sekarang adalah akses. Dahulu, mencari lowongan pekerjaan sangatlah susah. Seseorang harus berjalan memasuki gedung demi gedung perusahaan dan memberikan map berisi resume serta surat lamaran mereka dan berharap mereka akan mendapatkan panggilan kerja baik via pos maupun telepon. Pada saat ini, hal seperti itu hampir tidak pernah terjadi lagi. Para job seekerdapat mencari tahu mengenai lowongan kerja via internet, dan bahkan dapat mengirimkan lamaran online.
Dahulu, status pemberi kerja terkesan lebih tinggi dibanding pencari kerja. Namun untuk saat ini, posisi tersebut dapat dikatakan tidak berlaku lagi. Pemberi kerja dan pencari kerja berada pada posisi yang sama, dan saling membutuhkan. Secara ideal, keduanya memiliki senjata yang digunakan untuk mempertemukan kebutuhan satu sama lain. Dari pihak pencari kerja misalnya, senjata yang dibutuhkan dan perlu untuk dimiliki adalah pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang dapat menarik perhatian perusahaan untuk mempekerjakannya. Sebaliknya dari pihak pemberi kerja, memiliki deskripsi dan spesifikasi jabatan yang jelas dan dapat menarik perhatian para job seekeryang berkompetensi untuk memasukkan lamaran.
Ada dua alasan utama yang menyebabkan sebuah perusahaan secara rutin terus mencari pegawai. Yang pertama adalah untuk mengisi kekosongan jabatan, misalnya ada pegawai yang akan segera pensiun. Maka perusahaan akan mencari seseorang yang akan menggantikannya sebelum yang bersangkutan berakhir masa kerjanya. Alasan yang kedua adalah untuk pengembangan perusahaan. Kedua hal ini yang kemudian akan membantu membentuk manpower planning dari perusahaan tersebut. Dari planning itulah kemudian ditentukan SDM dengan kompetensi seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, baru kemudian dibuka rekruitmen untuk mengisi kompetensi yang dibutuhkan tersebut.
Hal yang penting untuk diketahui pula oleh calon pelamar kerja adalah, kompetensi apa yang mereka miliki. Sehingga dalam melamar sebuah pekerjaan tidak hanya sekedar untuk melepaskan diri dari predikat “pengangguran”, namun juga dapat dengan baik memenuhi kompetensi yang dibutuhkan. Pengertian kompetensi itu sendiri adalah sebuah atau satu set pengetahuan dasar, keahlian, atau attitude dalam sebuah area subjek yang spesifik.
Dalam dunia kerja, ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh para pencari kerja. Seiring berjalannya waktu, tantangan-tantangan ini pun terus mengalami perubahan. Ada perbandingan-perbandingan yang cukup jelas antara tantangan dunia kerja dahulu dan sekarang. Antara lain, dulu yang menjadi fokus adalah perusahaan mampu memenuhi tuntutan pasar, sementara sekarang perusahaan harus mampu mempengaruhi tren pasar. Dahulu perusahaan berusaha untuk mencapai standar kualitas produk, sementara sekarang perusahaan harus bisa melakukan inovasi. Dahulu, operasi dilakukan secara manual, yaitu dengan SDM. Sekarang, operasi dilakukan secara otomatis yaitu dengan teknologi. Dahulu, perusahaan secara sederhana hanya mencari pekerja atau worker. Sekarang, yang dicari adalah knowledge worker, yaitu pekerja yang berpengetahuan. Dahulu, perusahaan memiliki kecenderungan homogenitas, sementara sekarang lebih heterogen. Perusahaan dahulu memiliki banyak pegawai, atau dapat pula disebut multi people. Sekarang, pegawai yang dimiliki tidak banyak namun dapat melakukan multi tugas, atau disebut pula multitasking person. Dahulu, etika tidak terlalu diperhatikan, namun sekarang etika telah menjadi bagian dari hukum. Hubungan antara atasan dan bawahan dahulu lebih formal, sangat memperhatikan hierarkis serta senioritas. Saat ini, lebih cenderung informal, mereka yang berada di atas, atau yang maju bukan berdasarkan lamanya seseorang bekerja di sebuah perusahaan, ataupun usianya yang lebih tua, namun lebih kepada kompetensinya. Semua pekerja sejajar dan yang membedakan adalah kompetensi.
Dahulu, perusahaan tidak begitu mempedulikan lingkungan, bahkan cenderung melakukan eksploitasi. Namun pada masa sekarang perusahaan lebih memperhatikan dampak yang ditimbulkan oleh produk mereka dan berusaha untuk lebih ramah terhadap lingkungan. Dahulu, fokus perusahaan lebih kepada lokal yang kemudian merambah ke nasional. Saat ini, fokus tersebut menjadi lebih melebar, dari regional hingga ke global.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan di dunia kerja pada masa sekarang, maka seorang job seeker perlu untuk mempersiapkan diri. Persiapan-persiapan ini guna meningkatkan kompetensi seorang job seeker, agar dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang lebih berkualitas. Hal-hal tersebut antara lain kemampuan leadership danentrepreneurship, kemampuan berinovasi, melek teknologi, kemauan untuk terus menerus belajar, memiliki kemampuan untuk sensitif terhadap kebudayaan yang berbeda, memiliki pola pikir luas dan memiliki lebih dari satu keahlian, memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi, serta global minded dan kemampuan bahasa asing yang baik.
Sebuah perusahaan akan lebih menyukai untuk merekrut seseorang yang biasa saja, dalam artian bukan seorang jenius, daripada harus merekrut seseorang yang sudah terlalu pintar. Alasannya karena seseorang yang biasa saja tapi memiliki kemampuan untuk terus belajar akan lebih baik bagi perusahaan daripada seseorang yang sudah terlalu pintar dan merasa telah memiliki cukup ilmu untuk melakukan berbagai hal.
Seorang job seeker juga perlu untuk mengetahui skema umum jenjang karir yang kemungkinan akan ia hadapi pada saat melamar sebuah pekerjaan. Yang paling pertama dihadapi pastinya adalah rekruitmen. Dalam rekruitmen yang diperhatikan adalah quality of worklife, CV atau resume, serta seleksi. Dalam rekruitmen yang biasa akan diperbincangkan adalah remunerasi, karakteristik jabatan, dan jenjang karir. Selain itu calon pegawai yang melamar juga akan dihadapi dengan tes-tes seperti tes potensi akademik, tes psikologi, serta tes-tes lain yang berhubungan dengan pekerjaan atau tugas-tugas yang akan dilakukan oleh posisi yang dilamar oleh sang job seeker.
Setelah seseorang melewati tahap rekruitmen, dan kemudian terpilih untuk masuk ke dalam sebuah perusahaan, maka tahap yang selanjutnya harus dijalani adalah orientasi. Tahap ini tujuannya adalah untuk memahami core business dari perusahaan, mengenal lebih dalam struktur organisasi yang ada di dalam perusahaan, dan memahami budayanya.
Setelah menyelesaikan orientasi, maka seseorang akan benar-benar memulai karirnya sebagai karyawan di perusahaan tempat ia diterima. Salah satu tahap penting yang akan dilalui pula oleh karyawan tersebut adalah rotasi. Yang dimaksud dengan rotasi di sini adalah perpindahan yang akan dialami oleh sang karyawan. Baik ke divisi, maupun ke kantor yang menjadi cabang dari perusahaan tempat ia bekerja. Tujuannya adalah untuk belajar, beradaptasi, serta meningkatkan keterampilan komunikasi si karyawan tersebut.
Tahap selanjutnya yang secara umum akan dilewati dalam meniti karir di sebuah perusahaan adalah training. Perusahaan biasanya memberikan training atau pelatihan untuk karyawan-karyawannya sebagai usaha pengembangan diri, transfer ilmu atau teknik baru, pemecahan masalah, serta memberikan motivasi.
Ketika seseorang sudah cukup lama bekerja di sebuah perusahaan, dan menunjukkan performa yang baik, maka tahap selanjutnya yang akan dilalui adalah promosi. Promosi di sini berarti kenaikan pangkat atau jabatan sesuai dengan kompetensi dan prestasi yang dicapai oleh sang karyawan. Promosi akan membawa karyawan pada posisi dan karir yang lebih baik, namun sekaligus pula memiliki resiko serta tanggung jawab yang lebih besar.
Jika seseorang terus menerus mendapatkan promosi karena prestasi serta performanya yang baik, maka ia akan sampai pada tahap manajerial. Pada tahap ini, seseorang sudah bukan lagi dianggap sebagai karyawan dari perusahaan tersebut, melainkan telah dikategorikan dalam level kepemimpinan. Dalam tahap ini, seseorang diharapkan memiliki kemampuan dalam hal kepemimpinan seperti inovasi dan public speaking. Sebab perannya yang semakin besar antara lain seperti pengambilan keputusan serta pemecahan masalah yang akan memberikan pengaruh pada kemajuan perusahaan.
Sebelum bersungguh-sungguh memasuki dunia kerja dan memantapkan karir bersama perusahaan atau instansi tertentu, satu hal yang sangat penting untuk dipersiapkan adalah CV atau resume. Dari sini calon perusahaan atau instansi tempat kita bekerja akan mengetahui mengenai siapa kita dalam masa yang singkat. Resume dapat pula dikatakan sebagai salah satu seni bercerita. Untuk dapat maju ke langkah selanjutnya dalam sebuah seleksi kerja, maka baik atau tidaknya sebuah resume sangat menentukan. Sebuah resume haruslah menunjukkan visi pribadi dari si empunya, dan menjelaskan mengenai pengalaman kerja ataupun organisasi serta job description dari pengalaman-pengalaman tersebut. Yang tak kalah penting juga adalah menitikberatkan pada pencapaian positif yang telah kita capai, serta menyoroti keterampilan yang ingin kita tonjolkan, dan lebih baik lagi disertai dengan bukti.